Copyright 2017 - STIA Sandikta
  • Wisuda Sarjana Strata Satu STIA Sandikta, Balai Sarbini

  • Latihan Kepemimpinan Mahasiswa di Sukabumi

  • 3

    Kelas Kewirausahaan Berkelanjutan di Dodol "PICNIC" Garut

  • 4

    Seminar "Trend Digital dan Antisipasi Indonesia atas Masyarakat Ekonomi ASEAN"

  • Ketua STIA Sandikta Foto Bersama Bp. Hary Iman Purwana, S.H., mewakili Kopertis Wilayah IV

Raihlah Gelar Sarjana!

Memiliki gelar sarjana dapat membuka peluang bagi sesorang untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidupnya. Namun di sisi lain, tidak semua orang di Indonesia memiliki kesempatan belajar di Perguruan Tinggi. Mahalnya biaya perkuliahan dan keharusan untuk bekerja setelah lulus sekolah menengah menghambat seseorang untuk menjadi sarjana. 

Tawaran Pendidikan

STIA Sandikta menawarkan pendidikan inklusif (Inclusive Education) meraih sarjana administrasi niaga dan adminitrasi negara. Dengan sedikit dana untuk biaya perkuliahan, luangkan waktu malam hari untuk hadiri perkuliahan STIA Sandikta, bulatkan tekad selesaikan tugas akhir, raihlah gelar sarjana dan mencari peluang yang lebih baik.

Mengapa STIA Sandikta

STIA Sandikta terdaftar dan terakreditasi BAN-PT. Termasuk kategori PTS sehat sesuai kriteria Kemristekdikti. Jaringan nasional dan internasional. Jadwal kuliah malam, beri kesempatan mahasiswa mencari peluang kerja. Biaya kuliah terjangkau. Fasilitas olah raga, perpustakaan, dan lab komputer. Kuliah diselenggarakan sesuai standar mutu.

Field Study Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara, STIA Sandikta dilaksanakan di Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada tanggal 14 - 15 Mei 2016 dengan Tema “Dari Desa Kita Belajar.” Pembangunan Pedesaan adalah pembangunan berbasis pedesaan dengan mengedepankan kearifan lokal kawasan pedesaan yang mencakup struktur demografi masyarakat, karakteristik sosial budaya, karakteristik fisik / geografis, pola kegiatan usaha pertanian, pola keterkaitan ekonomi desa-kota, sektor kelembagaan desa, dan karakteristik kawasan pemukiman.

Pembangunan yang berbasis pedesaan diberlakukan untuk memperkuat fondasi perekonomian negara, mempercepat pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan perkembangan antar wilayah, sebagai solusi bagi perubahan sosial, dan desa sebagai basis perubahan. Dalam realisasinya, pembangunan pedesaan memungkinkan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi digerakkan ke pedesaan sehingga desa menjadi tempat yang menarik sebagai tempat tinggal dan mencari penghidupan. Infrastruktur desa, seperti irigasi, sarana dan prasarana transportasi, listrik, telepon, sarana pendidikan, kesehatan dan sarana- sarana lain yang dibutuhkan, harus bisa disediakan sehingga memungkinkan desa maju dan berkembang. Skala prioritas pembangunan pedesaan yang berbasis pada pengembangan pedesaan (rural based development), meliputi :

  1. Pengembangan ekonomi lokal.
  2. Pemberdayaan masyarakat.
  3. Pembangunan prasarana dan sarana,  dan
  4. Pengembangan kelembagaan.

Dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki, Desa Sukamanah mencoba untuk tetap melaksanakan pembangunan guna tercapainya pertumbuhan ekonomi desa yang baik dengan memanfaatkan faktor-faktor internal yang dimiliki seperti: Luas Wilayah mencapai 180 ha, Jumlah Kepala Keluarga (KK) 6521 dengan 60% (persen) pekerjaan masyarakat desa pertanian dan home industri makanan, dianggap cukup untuk mendukung pelaksanaan pembangunan desa. Untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat, Desa Sukamanah memiliki 8 Posyandu dimana kader-kadernya tersebar di seluruh desa dengan  program-program pedesaan yang terencana dan berjalan dengan baik. Fasilitas infrastruktur seperti jalan desa 90% (persen) memadai dan sudah beraspal sehingga mempermudah proses transportasi penghubung antar desa.

 

Proses pengembangan prasarana dan sarana desa dilakukan dengan melibatkan masyarakat lokal, 70% (persen) bersifat bottom up dimana perangkat desa dalam pembangunan desa melibatkan masyarakat mulai dari tingkat terendah sehingga Pembangunan Desa sesuai dengan apa yang diinginkan oleh masyarakat dan 30% campur tangan pemerintah pusat seperti proses pembangunan yang telah ditetapkan di dalam Perencanaan Pembangunan Nasional. Pemanfaatan sumber dana merupakan faktor terpenting dalam administrasi pengelolaan keuangan daerah, sumber pembiayaan yang digunakan oleh desa bersumber dari Keuangan Pusat dan APBD Desa, sehingga Pemerintah Desa dituntut untuk arif dalam penggunaannya, seperti pemeliharaan fasilitas yang telah ada antara lain;  operasional kantor desa, posyandu dan lain sebagainya.

Proses pembelajaran Mahasiswa pada Desa Sukamanah adalah dapat mengetahui dan melihat secara langsung proses Administrasi Desa termasuk didalamnya kondisi perekonomian, kesehatan dan proses pembangunan desa secara implisit. 

Berdasarkan Permendagri No. 114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa, sebaiknya Pemerintah Desa Sukamanah dalam Proses Pembangunan Desa harus merumuskan tahapan-tahapan sebagai berikut :

  1. Pembentukan Tim Penyusun
  2. Penyelarasan Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten atau Kota
  3. Pengkajian Keadaan Desa
  4. Penyusunan Rencana Pembangunan Desa Melalui Musyawarah Desa (Musdes)
  5. Penyusunan Rancangan RPJM Desa
  6. Penyusunan Rencana Pembangunan Desa melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa 
  7. Penetapan dan Perubahan RPJM Desa.

Formulir

Klik link berikut untuk Anda langsung mendownload Formulir Pendaftaran.

Jurusan

Jurusan (atau tepatnya, Program Studi) yang ada di STIA Sandikta adalah:

  1. Administrasi Negara
  2. Administrasi Niaga

Keduanya adalah program sarjana strata 1 (S-1) dengan masa studi minimal 4 tahun.

Alamat Kampus

Jl. Raya Hankam No. 208 Jatirahayu Pondok Melati Kota Bekasi 17414. Telp.: 021-846-6569. Faks. 021-8497-2414. Website. stiasandikta.ac.id. Email. stiasandikta@gmail.com

Kuliah Itu Menyenangkan !

Kuliah di STIA Sandikta itu menyenangkan ! Kegiatan akademik dilaksanakan dengan penuh suasana kekeluargaan. Sivitas akademika STIA, seperti umumnya pada unit-unit pendidikan lain di Sandikta, menganggap bahwa pendidikan adalah proses yang harus dijalani dengan penuh keikhlasan. Hal ini ditularkan kepada pada mahasiswa. Hasilnya adalah, mahasiswa tidak merasakan bahwa kuliah adalah beban melainkan suatu proses alamiah yang tumbuh dari, oleh, dan untuk mahasiswa. 

Sarjana yang Membanggakan !

Akibat pendekatan pendidikan yang lebih membobotkan pada proses, STIA Sandikta menghasilkan sarjana-sarjana yang siap untuk hidup dan berkarya di masyarakat. Dengan aspek spiritual, intelektual, dan emosional terasah, lulusan STIA Sandikta tidak lagi canggung untuk bekerja secara nyata di dunia usaha dan dunia industri. Baik itu di lembaga-lembaga pemerintahan maupun perusahaan-perusahaan swasta. STIA Sandikta membekali mereka dengan serangkaian mata kuliah yang didesain untuk hal tersebut. 

Tim Dosen yang Solid !

STIA Sandikta diperkuat oleh tim dosen yang solid. Hubungan antar dosen berlangsung secara harmonis, penuh rasa kekeluargaan. Dosen yang satu saling bantu dengan dosen lainnya hampir di setiap hal, terutama di dalam proses pendidikan mahasiswa. Hal ini mendorong mahasiswa meneladani perilaku para dosen yang harmonis tersebut sehingga membawa suasana perkuliahan yang kondusif dan penuh dengan motivasi.